News

Trump Sebut AS Bisa Lenyapkan Iran dalam Semalam

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras soal Iran. Ia menyebut militer AS punya kekuatan untuk menghancurkan Iran hanya dalam waktu semalam, bahkan kemungkinan itu bisa terjadi sangat cepat.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin 6 April, Trump mengatakan bahwa skenario tersebut bukan hal yang mustahil dan bisa saja terjadi dalam waktu dekat.

"Seluruh negara (Iran) dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Senin (6/4).

Sebelumnya pada 30 Maret, Trump juga sempat mengeluarkan ancaman serupa. Ia mengatakan Amerika Serikat bisa menyerang dan menghancurkan berbagai infrastruktur penting Iran seperti fasilitas energi, sumur minyak, Pulau Kharg, hingga instalasi desalinasi jika kesepakatan damai gagal tercapai dan akses Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

Beberapa hari kemudian tepatnya Minggu 5 April, Trump kembali mempertegas ancaman tersebut dengan menyebut operasi militer bisa dijalankan pada 7 April jika Iran tetap menutup jalur perairan strategis itu.

Di sisi lain, Iran melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan respons terhadap berbagai usulan gencatan senjata yang dibawa para mediator dalam konflik dengan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Trump juga mengklaim bahwa komunikasi antara Washington dan Teheran berjalan cukup baik. Namun klaim itu dibantah Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan tidak ada pembicaraan langsung dan hanya ada pesan yang disampaikan lewat perantara terkait keinginan AS untuk membuka dialog.

Ketegangan ini bermula sejak 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan ke wilayah Iran yang menyebabkan korban jiwa termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei.

Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer milik AS di kawasan Timur Tengah.

Situasi makin panas ketika Iran disebut mengambil alih kendali Selat Hormuz, jalur laut vital dunia yang menjadi rute sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas global.

Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: